Pemikiran Politik Luar Negeri Pasca Presiden Joko Widodo – Akademisi

Pemikiran Politik Luar Negeri Pasca Presiden Joko Widodo – Akademisi

“Tunggu sampai semuanya reda” adalah ungkapan yang sering diucapkan mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa. Ia beralasan bahwa kita harus memberikan waktu untuk melakukan refleksi sebelum memutuskan tindakan diplomasi di tengah perkembangan internasional.

Pemerintahan baru yang mengambil alih tanggung jawab pada bulan Oktober 2024 dapat mengambil manfaat dari pendekatan ini, terutama dalam mengantisipasi kebijakan luar negeri dan tawaran diplomatik yang telah ditentukan.

Walaupun keseluruhan proses pemilu masih menunggu keputusan akhir Mahkamah Konstitusi, saat ini adalah saat yang tepat untuk merenungkan permasalahan ini. Hal ini relevan, mengingat sistem politik kita tidak beroperasi dalam ruang hampa karena kita adalah bagian dari ekosistem global yang lebih besar dan dinamis.

Dinamika tersebut salah satunya mencakup dehumanisasi berkepanjangan terhadap warga Palestina di Gaza dan wilayah pendudukan yang dilakukan rezim apartheid Israel. Hal lain yang terlintas dalam pikiran adalah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan NATO, yang semakin memburuk setelah serangan teroris baru-baru ini di Moskow.

Dengan berkepanjangannya perang di Ukraina, serta skenario kiamat perang nuklir, tingkat kecemasan di kalangan masyarakat yang tinggal di belahan bumi utara pun meningkat. Dalam skenario penghancuran yang saling menguntungkan (Mutually Guaranteed Destruction/MAD), penggunaan senjata nuklir oleh negara-negara berkekuatan nuklir bukanlah hal yang mustahil. Selalu ada kekhawatiran bahwa pengambil keputusan yang rasional akan bertindak tidak rasional.

Meski berada jauh dari perang yang sedang berlangsung, para elit Indonesia tidak acuh atau menyangkal dampak buruk konflik-konflik tersebut secara global. Pandangan politik luar negeri Indonesia, yaitu internasionalisme, berakar kuat pada sejarah panjang pembangunan negara-bangsa dari puing-puing Perang Dunia II.

Setiap Kamis

Baik Anda ingin memperluas wawasan atau terus mengetahui perkembangan terkini, “Viewpoint” adalah sumber sempurna bagi siapa pun yang ingin terlibat dengan isu-isu yang paling penting.

untuk mendaftar buletin kami!

Silakan periksa email Anda untuk berlangganan buletin Anda.

Lihat Buletin Lainnya

Kemerdekaan Indonesia dihasilkan dari dua pendekatan: perjuangan revolusioner atau perjuangan bersenjata melawan kekuasaan kolonial Belanda dan perjuangan diplomatik yang berkelanjutan untuk mendapatkan dukungan internasional.